Roadmap 4 Target Rencana Sistem Pendidikan Indonesia

Roadmap 4 Target Rencana Sistem Pendidikan Indonesia
Roadmap 4 Target Rencana Sistem Pendidikan Indonesia


Susun Roadmap Pendidikan 2020-2035, Ini Empat Arahan Presiden Jokowi

Pemerintahan kini sedang membuat peta jalan atau roadmap pengajaran 2020-2035. Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta supaya roadmap itu mengantispasi pengubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia sekarang ini

Dimulai dari disrupsi tehnologi, mekanisasi, artificial intelligence, big data, internet of things dan sebagainya. "Kta harus juga mengantisipasi pengubahan demografi, profile sosio-ekonomi dari komunitas," ucapnya saat buka rapat terbatas

Bukan hanya itu Jokowi minta supaya ada usaha mengantipasi pengubahan dalam pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel. Terhitung pengubahan lingkungan sampai pengubahan sistematis yang cepat sekali karena wabah Covid-19 yang kita rasakan saat ini. "Misalkan evaluasi jarak jauh, pemercepatan digitalisasi, atau less kontak economy," katanya.

Jokowi menyebutkan banyak negara dalam dunia mulai mengadopsi mekanisme pengajarannya. Baik itu pengajaran prasekolah, pengajaran dasar, menengah, vokasi dan perguruan tinggi untuk penuhi keperluan pengubahan besar yang ada


4 Roadmap Pendidikan 2020-2035, Pemerintah Pasang Target Tinggi ini

Pertama, pembangunan SDM unggul tidak dapat berdasar perubahan pengetahuan yang dibuat berdasar trend masa lampau. "Tapi trend hari esok. Karena itu saya meminta dilaksanakan benchmarking pada beberapa negara yang sudah sukses mengadopsi mekanisme pengajaran untuk penuhi keperluan pengubahan di hari esok. Seperti Australia untuk pengajaran anak umur dini. Finlandia untuk pengajaran dasar dan menengah. Di Jerman untuk pengajaran vokasi. Di Korea untuk perguruan tinggi," tuturnya.

Ke-2 , Jokowi minta supaya SDM Indonesia dibuat jadi SDM yang berwatak dan bermoral mulia. Ini dilaksanakan dengan tumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila. "Pengajaran watak jangan dilalaikan karena ini sebagai hal yang penting dalam pembangunan psikis dan watak bangsa," bebernya.

Ke-3 , Jokowi mengutamakan ada sasaran-target yang terarah pada pengajaran Indonesia. Dimulai dari sasaran angka keterlibatan untuk pengajaran dasar, menengah dan tinggi. Ia minta supaya sasaran dibikin tinggi. "Saya anggap ini kita bikin sasarannya yang tinggi saja. Agar kita optimis, agar kita semangat. Selanjutnya seperti apakah sasaran untuk hasil belajar berkualitas bagus untuk pembaruan kualitas guru, pembaruan kurikulum, atau infrastruktur sekolah. Dan bagaimana merealisasikan distribusi pengajaran yang inklusif dan rata,"

Ke-4, Jokowi mengingati reformasi di bidang pengajaran bukan hanya dilaksanakan oleh Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menurut dia ini memerlukan suport komune pengajaran, kementerian/instansi, warga, pemda dan kerja sama dengan swasta. "Karena reformasi pengajaran tidak cuma meliputi rekonsilasi kurikulum, pedagogi, dan sistem penilaian, tetapi juga tersangkut pembaruan infrastruktur, pengadaan akses tehnologi dan yang terkait dengan suport permodalan



Target Minimalis Peta Jalan Pendidikan 2020–2035 Disorot

Kekuatan anak Indonesia dalam pahami bacaan merujuk pada Programme for International Student Assessment (PISA) termasuk rendah, yaitu di angka 371 point. Coba bandingkan dengan Singapura yang mempunyai 549 point. Atau, dengan negara tetangga Malaysia (415 point) dan Thailand (393 point).

Tetapi, itu tidak lalu membuat Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan (Kemendikbud) menempatkan sasaran tinggi dalam peta jalan (road map) pengajaran Indonesia 2020-2035. Beberapa kelompok juga memandang sasaran perolehan Kemendikbud yang tercantum pada peta jalan itu minimalis alias rendah.

Misalkan, kelihatan dari sasaran peningkatan score PISA sampai 2035. Bahkan juga, sasaran peningkatan score PISA yang dibanderol Kemendikbud ada dalam bawah nilai rerata score PISA masa 2018 yang dipublikasikan Desember 2019. Untuk score literatur atau bahasa, misalnya, masa 2020-2025 ditarget naik jadi 396 point. Walau sebenarnya, rerata dunia berada di angka 487 point.

Demikian juga untuk tanda numerasi atau matematika dan sains. Semua di bawah nilai rerata penilaian PISA 2018.

Pemerhati pengajaran Indra Charismiadji sedih dengan sasaran perolehan nilai PISA dalam document peta jalan itu. ''Urusan membaca kan paling simpel dalam pengajaran,'' ucapnya. Menurut Indra, score yang dibanderol Kemendikbud harus dapat semakin tinggi. Misalkan, di angka 500 point.

Ia mengingati jika negara lain juga pasti berlomba tingkatkan score PISA semasing. Dengan demikian, di depan nilai rerata perolehan PISA turut naik.

Bila nilai yang dibanderol Kemendikbud terlampau rendah, Indra mencemaskan status Indonesia stabil di rangking bawah. ''Mengamati sasaran yang ditetapkan pemerintahan, pasti tidak dapat disebutkan unggul,'' katanya.

Kemendikbud tidak memberi tanggapan banyak berkaitan sasaran peningkatan score PISA yang minimalis itu. ''Kami memakai perkiraan moderat,'' kata Plt Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad.

Ia menjelaskan, perkiraan moderat itu berdasarkan trend score PISA yang didapat pelajar Indonesia semenjak masa 2000 kemarin. Berkaitan taktik apa yang bakal dilakukan Kemendikbud, Hamid tidak memberi keterangan mendalam.

Tetapi, dari document peta jalan pengajaran Indonesia Kemendikbud yang berbentuk draf itu, Kemendikbud akan mengaplikasikan asesmen atau penilaian kapabilitas minimal performa sekolah berdasar literatur dan numerasi pelajar. Lewat cara tersebut, pelajar dan guru jadi akrab dengan mode masalah berstandar internasional sama seperti yang digunakan saat penilaian PISA. Dengan demikian, score PISA Indonesia dapat bertambah.

Dalam document itu diambil kesimpulan perolehan Indonesia dalam penilaian PISA. Yakni, Indonesia stabil sebagai salah satunya negara dengan rangking hasil PISA paling rendah. Selanjutnya, score PISA Indonesia condong statis di dalam 10 sampai 15 tahun akhir.

Riset yang lain ialah penghinaan yang dirasakan pelajar di Indonesia semakin tinggi bila dibanding dengan rara-rata penghinaan di beberapa negara anggota OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) sebagai pelaksana PISA. Pada 2018 rerata 41 % pelajar di Indonesia alami penghinaan. Saat itu, rerata di negara anggota OECD cuman 23 %. Pelajar yang kerap alami penghinaan mempunyai score 21 point lebih rendah saat membaca.

Factor yang lain ialah sudut pandang untuk berkembang. Kemendikbud tuliskan cuman 29 % pelajar Indonesia yang mempunyai sudut pandang berkembang. Mereka ialah yang sepakat jika kecerdasan ialah suatu hal yang dapat berbeda banyak. Saat itu, rerata di negara OECD ialah 63 % pelajar mempunyai sudut pandang berkembang.

Nilai PISA Indonesia sempat pernah diulas di pertemuan khusus yang dipegang Presiden Jokowi di awal April kemarin. Jokowi minta dilaksanakan pembaruan proses belajar. Khususnya dalam soal pemakaian tehnologi info dan komunikasi dan pembaruan lingkungan belajar pelajar. ''Termasuk (pembaruan, Red) motivasi belajar, mendesak perlakuan penghinaan di sekolah

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url